Just another WordPress.com site

peri kecil

Kala embun masih terpancar di keheningan pagi

Ku temukan peri kecil yang lama tak bersua

Meski waktu menbuat segalanya berbeda

Tetapi peri itu tetaplah peri

Menembus cakrawala melewati batas

Bagai menemukan zona nyaman di setiap helainya

Tak kuasa membedakan mana yang nyata dan mimpi

Dengan tongkat ajaib mu aku bagaikan seorang tukang kaya yang tak hentinya memahat

Cahaya matahari seakan bersinar melawan bulan dan bintang

Pelangi mencoba memberitahukan kepada mereka semua

Bahwa ada peri kecil yang membuat semuanya terbalik

Dia membuat setiap waktu ceria tidak ada kesedihan sedikitpun

Ketika aku ingin membawanya menggunakan sampan menuju hulu sungai

Dia membuat sebuah bendungan agar air tak mengalir tidak terlalu berlebihan

Sejenak aku terhenti diam tak berbicara

Tapi kau menyadarkanku dengan sesuatu yang sangat indah

nirwana

nirwana.. ingin ku kesana menjemput dia

angan yang membisu di balik pintu tak bersekat

najam menghampiri seakan mengajak ku kesana

awam jika melangkah menelusuri tapak kecil sang rembulan

ornamen tentang sang penyair

nyanyian bersajak bait pertama

sanggar tersembunyi di dekat sebuah kenangan

etalase yang mempertunjukan berjuta pelangi penuh warna

valium tinggi berharap bisa ku lewati

esok atau entah kapanpun itu

nirwana jagalah dia sampai ku kesana

keinginanku

Setetes air membasahi sebagian tubuhku

Mungkin sang langit sedang bersedih sehingga dia menurunkan keajaibannya

Ku terjang dengan sedikit cemas

Khawatir sang permaisuri jatuh sakit

Meskipun canggung menerpa aku harus membawanya sampai ke tempatnya

Tersirat Senyum simpul yang menentramkan hati

Sebuah hadiah indah yang takkan telupakan

Cahaya bulan dan bintang tak cukup untuk melukiskan keindahannya

Kala senja menyapa lonceng pun berbunyi

Tiba saatnya untuk melantunkan kata untuk  sang permaisuri

Seperti melayang di atas karpet terbang yang membawaku melambung  sampai ke awan tertinggi

meski hanya seperempat hariku yang dapat di persembahkan

tapi kumaksimalkan waktu agar kudapat merasakannya lebih dari itu

ku hanya ingin membahagiakanmu

menebarkan segala keceriaan di setiap detikmu

dan mewarnai harimu permaisuriku..

Akhir tahun 2011 telah sampai tetapi mengapa di setiap tahun orang – orang selalu merayakannya dengan membuang buang waktu mereka untuk sekedar melihat cahaya yang dipancarkan ke langit. Seharusnya di detik terakhir sebelum tahun berganti kita bekerja lebih ekstra untuk mencapai target yang diimpikan dan tidak menundanya hingga tahun berikutnya.

Mungkin mainset satu orang dengan yang lain berbeda. Tahun baru hanyalah sugesti malam tahun baru  tak berbeda dengan malam yang lain. Mungkin yang berbeda hanya ramainya orang orang yang berkumpul di jalan jalan protocol untuk sekedar meniup terompet.

Aku berfikir di setiap akhir tahun, mengapa waktu berjalan begitu cepat, rasanya baru kemarin aku melewati tahun baru tetapi malam ini sudah akan ku lewati kembali. Tak terasa semua kesalahan, keceriaan, penyesalan, dan sebagainya hanya tinggal kenangan. Tahun yang luar biasa aku bertemu dengan orang – orang hebat yang mengajari ku. Bukan dari seorang motivator  tapi senior yang lebih paham dengan asam garam kehidupan.

Tahun ini aku merasakan bagaimana rasanya berpisah dengan keluarga. Dipaksa mengatur segalanya sendirian, tetapi syukur lah aku bisa melewati itu. Memahami arti kehidupan yang tak ada kata istirahat sebelum kita meninggal. Dan cinta serta cita – cita.ingin ku bahas tentang cinta tapi kurasa mungkin di 2012 akan bisa terjawab. Kalau cita – cita aku hanya akan mengikuti jalan hidup. Tapi tetap berusaha untuk mengejarnya walaupun tertatih.

Masalah besar di tahun 2011 insyaallah bisa terlewati tetapi kadang masalah kecil lebih sulit untuk diselaikan yang akan menghambat. Tahun depan targetku tak muluk –muluk, yang penting ada perubahan yang aku lakukan setiap hari. Semoga tahun depan lebih indah, lebih banyak pelajaran. Dan lebih mendewasakan aku dan dia..

Masa remaja merupakan masa dimana seseorang merasakan indah dan sulitnya hidup, pun begitu dengan dua orang remaja itu sebut saja namanya Sheila dan enno. Bisa di bilang mereka menjalin sebuah hubungan.

Perkenalan mereka di awali ketika mereka berpapasan.

“hei sheil ..” ucap enno

“iyah,, perasaan gue sering ngeliat lu deh..” Sheila pun membalas

Iya gue  satu sekolah sama lu, Cuma kita beda kelas aja, kenalin nama gue enno” enno seraya menjelaskan

“Ohh.. enno yang kelas xii 2 yah” Sheila memastikan

“iya bener banget, kebetulan banget yah kita ketemu disini..” gumam enno

“ hmm.. iya tapi sorry banget yah gue lagi buru” Sheila yang sudah mulai bergegas

Setelah itu mereka semakin akrab, saling memperhatikan satu sama lain, pergi melewati hal hal yang indah bersama sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan. Waktu berjalan begitu cepat tak ada henti hentinya mereka saling menanamkan rasa kasih sayang sampai akhirnya tiba saat ketika enno terpaksa harus meninggalkan Sheila.

Melalui telepon dia berkata “Sheila bukannya aku tak mencintaimu tetapi dengan berat hati aku harus pergi untuk memenuhi impianku aku berharap kamu sabar untuk menunggu aku.”

Tanpa menjawab sepatah kata pun Sheila menutup telponnya, dan diam untuk beberapa saat.

Setelah Enno pergi untuk menggapai masa depannya, mewujudkan semua impian yang telah lama ia khayal. Dia berusaha sekuat tenaga sampai akhirnya dia raih takdirnya tersebut. tapi sesungguhnya di setiap detik waktu yang dimilikinya tersirat nama Sheila. Dia tak akan pernah bisa melupakkannya walaupun sekilas dia tampak tegar tetapi di dalam hati ada rasa sedih yang amat dalam tapi dia redam.

Berbagai hal telah di coba untuk melupakan dia walau untuk satu detik saja, tetapi dia  tetap saja teringat saat masa masa bersama Sheila. Hatinya berkata untuk menemui Sheila. Dia mencoba berlari sekencang kencangnya untuk mencari tahu di mana Sheila berada. Dia mencari dia di bait pertama mereka biasa berjumpa namun tak Sheila tidak ada disana. Dia terdiam meahan tangis sesal telah meninggalkan Sheila. Enno terpaksa menjalani hidup tanpa Sheila, bertahan beberapa saat di tempat itu untuk menanti Sheila. Namun yang enno tidak menemukannya dan kembali ke aktifitas yang ia impikan meski hati menahan tangis yang teramat dalam. Sebuah lagu mungkin mengisahkan ceritanya

Bait pertama

disini ku menggenggam takdir di tanganku
aku coba menahan tak menangisimu
di bait pertama

* sekuat kaki ini mencoba berlari
tetapi hati ini menuntunnya kembali
ke bait pertama

berjalan hidupku tanpamu
hidupku tanpamu di bait pertama

repeat *

berjalan hidupku tanpamu, hidupku tanpamu
bertahan karna menantimu, untuk menantimu di bait pertama

(di sini ku menggenggam takdir di tanganku
aku coba menahan tak menangisimu)

 

 

 

semuanya

Maaf klo gue udahmengusik ketentraman hidup lu dan menyita semua waktu lu, gue tau gue bukan siapa-siapa bukan orang berada ataupun orang terpandang. Gue Cuma orang biasa yang mungkin punya salah.

Bukan hal yang mudah buat gue untuk mencintai seseorang, termasuk mencintai lu, tak sekedar memunculkan rasa, tapi banyak pertimbangan yang harus gue fikirin buat mencintai seseorang. Lu tuh orang yang special menurut gue, lu beda sama yang lain. Gue nyaman klo gue lagi deket sama lu, rasa lelah gue hilang klo ada nama lu di inbox gue. Gue ikhlas setiap waktu gue buat lu. Semoga aja lu udah sadar tentang itu.

Waktu ketemu lu setelah sekian tahun gue seneng banget, bukan gue ga ada niat buat nyari lu tapi takdir belum berpihak sama gue, sampai akhirnya gue masuk di disebuah grup dan disitu ada lu. Motivasi gue timbul kembali buat menatap masa depan. Berbagai cara gue lakuin buat sekedar ketemu sama lu. Sudah lama gue rencanain buat ngenalin lu ke semua orang yang kenal sama gue biar mereka tau klo lu itu begitu berarti. Di 18 desember 2011 rencana itu terkabul meskipun gue merasa bersalah belum bisa membuat lu bahagia. Berlanjut ke minggu berikutnya tepatnya waktu natal sebenernya gue juga pengen ngumpul bareng temen –temen yang lain dengan sendirinya, tapi gue masih nunggu lu menghubungi gue, meskipun ada sedikit rasa bosan yang penting gue bisa ngeliat lu tersenyum.

Lalu ke minggu yang paling spesial yang ada di hidup gue slama 17 tahun, setiap malam gue bisa ketemu lu, beharap suatu isyarat yang bisa gue terima. Mungkin gue harus bersabar. Semakin gue berharap tiba saat itu sebelum waktu memisahkan kita.

Gue terlalu sayang sama lu, terlalu cinta, dan gue berharap banyak sama lu, dari sikap lu yang tadi gue mau coba introspeksi diri gue, salah yah klo gue suka sama lu. gue percaya semua bakal indah. Bukannya gue ga mau ngomong langsung tapi lu tau lah gue kaya gimana. Sabar yah

Gue kira kemarin itu momen dimana gue bisa balik ke bait pertama setelah semua target yang gue capai tanpa ada seorang pun motivator,bukan hitungan hari, hitungan minggu, hintungan bulan ataupun hitungan tahun masalah mendasar yang tak ada jalan keluar, berputar ke seluruh penjuru untuk sekedar menghembuskan nafas yang tak seberapa. Mencoba dengan hal lain meski tak berbuah hasil.

Bukan sandiwara yang gue tunjukin, hanya sikap apa adanya di zaman yang penuh masalah seperti saat ini, perlu trik yang tak ingin gue lakuin sedangkan gue tau klo itu ngga sesuai. Beralih ke yang lain Sesutu yang gue rasa udah pas sama apa yang gue harapin selama ini sama semua masa lalu yang gue lewatin. Seperti ada sebuah cahaya redup di tengah kabut yang pekat. Gue kejar cahaya itu sampai akhirnya gue gak nemuin apa apa hanya fatamorgana.

Gue ngerasa cahaya itu hanya memutar mutarkan gue di tempat yang sama. Tempat dimana gue belum nemuin cahaya itu. Pilihan yang berat mungkin harus gue cari cahaya yang lain, yang bisa menuntun gue keluar dari kabut pekat. Atau gue harus kalah ditengah kabut yang suatu saat bisa membunuh gue entahlah..

Awan Tag