Just another WordPress.com site

Masa remaja merupakan masa dimana seseorang merasakan indah dan sulitnya hidup, pun begitu dengan dua orang remaja itu sebut saja namanya Sheila dan enno. Bisa di bilang mereka menjalin sebuah hubungan.

Perkenalan mereka di awali ketika mereka berpapasan.

“hei sheil ..” ucap enno

“iyah,, perasaan gue sering ngeliat lu deh..” Sheila pun membalas

Iya gue  satu sekolah sama lu, Cuma kita beda kelas aja, kenalin nama gue enno” enno seraya menjelaskan

“Ohh.. enno yang kelas xii 2 yah” Sheila memastikan

“iya bener banget, kebetulan banget yah kita ketemu disini..” gumam enno

“ hmm.. iya tapi sorry banget yah gue lagi buru” Sheila yang sudah mulai bergegas

Setelah itu mereka semakin akrab, saling memperhatikan satu sama lain, pergi melewati hal hal yang indah bersama sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan. Waktu berjalan begitu cepat tak ada henti hentinya mereka saling menanamkan rasa kasih sayang sampai akhirnya tiba saat ketika enno terpaksa harus meninggalkan Sheila.

Melalui telepon dia berkata “Sheila bukannya aku tak mencintaimu tetapi dengan berat hati aku harus pergi untuk memenuhi impianku aku berharap kamu sabar untuk menunggu aku.”

Tanpa menjawab sepatah kata pun Sheila menutup telponnya, dan diam untuk beberapa saat.

Setelah Enno pergi untuk menggapai masa depannya, mewujudkan semua impian yang telah lama ia khayal. Dia berusaha sekuat tenaga sampai akhirnya dia raih takdirnya tersebut. tapi sesungguhnya di setiap detik waktu yang dimilikinya tersirat nama Sheila. Dia tak akan pernah bisa melupakkannya walaupun sekilas dia tampak tegar tetapi di dalam hati ada rasa sedih yang amat dalam tapi dia redam.

Berbagai hal telah di coba untuk melupakan dia walau untuk satu detik saja, tetapi dia  tetap saja teringat saat masa masa bersama Sheila. Hatinya berkata untuk menemui Sheila. Dia mencoba berlari sekencang kencangnya untuk mencari tahu di mana Sheila berada. Dia mencari dia di bait pertama mereka biasa berjumpa namun tak Sheila tidak ada disana. Dia terdiam meahan tangis sesal telah meninggalkan Sheila. Enno terpaksa menjalani hidup tanpa Sheila, bertahan beberapa saat di tempat itu untuk menanti Sheila. Namun yang enno tidak menemukannya dan kembali ke aktifitas yang ia impikan meski hati menahan tangis yang teramat dalam. Sebuah lagu mungkin mengisahkan ceritanya

Bait pertama

disini ku menggenggam takdir di tanganku
aku coba menahan tak menangisimu
di bait pertama

* sekuat kaki ini mencoba berlari
tetapi hati ini menuntunnya kembali
ke bait pertama

berjalan hidupku tanpamu
hidupku tanpamu di bait pertama

repeat *

berjalan hidupku tanpamu, hidupku tanpamu
bertahan karna menantimu, untuk menantimu di bait pertama

(di sini ku menggenggam takdir di tanganku
aku coba menahan tak menangisimu)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: